Rabu, 21 Maret 2012

HARGA UNTUK MEMBELI SURGA

Perhatikanlah kisah ini, diceritakan bahwa seorang laki-laki melewati sebuah kamar yg sangat indah, didalamnya ia melihat seorang gadis yg rupawan. Sayangnya dia tidak diperbolehkan mendekati tempat itu. Saat itu dia menunggangi kuda seharga seratus dinar, ia mengenakan pakaian yg bagus dan mahal, ia membawa pedang yg disepuh dg emas bersamanya juga ada seorang hamba berkulit hitam yg membawa barang-barang. Atas dorongan keinginannya, lelaki itu mendatangi orang yg memiliki wanita rupawan tadi, ia hendak meminta agar wanita itu dapat ia beli. Sang pemilik wanita itu pun berkata, "Engkau telah jatuh cinta kepadanya. Seorang pecinta pasti akan mengorbankan apa yg ia miliki untuk mendapatkan yg dicintainya. Dan aku tidak akan menjualnya kecuali dg semua yg ada pada dirimu saat ini".

Saat itu juga lelaki tadi turun dari kudanya, membuka pakaiannya dan menukar dengan pakaian si penjual, ia menyerahkan seluruh harta yg dimiliki termasuk budak beserta barang yg dibawanya. Lalu ia membawa pulang wanita tadi ke rumahnya, tanpa sandal atapun penutup kepala. Apabila seseorang telah membayar harganya, maka dia berhak membawa barang yg dibelinya. Apabila ia mengetahui nilai yg dicarinya, maka ia akan berkorban untuk membayar harganya. Seseorang yg benar-benar cinta tidak akan tenang sebelum ia tinggal bersama yg dicintainya.

Apabila ada orang yg mengatakan bahwa ia telah mendengar keadaan surga dan apa yg ada didalamnya melalui firman ALLAH SWT yg menyatakan, "Disana terdapat apa-apa yg diinginkan nafsu dan lezat dipandang mata". Maka kuberitahukan bahwa harga untuk membayarnya ada pada firman-NYA, "Sesungguhnya ALLAH membeli diri dan harta orang-orang yg beriman, bahwa untuk mereka itu surga" (az-Zuhruf 71). Serahkan jiwa dan hartamu, maka surga akan menjadi milikmu. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

Tolong Beritahu Padanya Cintaku

Tolong beritahu si dia, ada pesanan buatnya
Tolong beritahu si dia,
Cinta Agung adalah cintaNya
Tolong beritahu si dia,
Cinta manusia bakal membuatnya alpa

Tolong nasihati si dia,
Jangan mencintaiku lebih dari dia mencintai Yang Maha Kuasa
Tolong nasihati si dia,
Jangan mengingatku lebih dari dia mengingati Yang Maha Kuasa
Tolong nasihati si dia,
Jangan mendoakanku lebih dari dia mendoakan ibu bapanya

Tolong katakan pada si dia,
Dahulukan Allah, karena disitu ada Syurga
Tolong katakan pada si dia,
Dahulukan ibu bapanya, karena ditelapak itu ada syurganya

Tolong ingatkan si dia,
Aku terpikat karena imannya bukan rupa
Tolong ingatkan si dia,
Aku lebih cintakan Zuhudnya bukan harta
Tolong ingatkan si dia,
Aku kasihinya kerana taqwanya

Tolong tegur si dia,
Bila dia mulai mengagungkan cinta manusia
Tolong tegur si dia,
Bila dia tenggelam dalam angan-angannya
Tolong tegur si dia
Andai nafsu mengawal fikirannya

Tolong sadarkan si dia,
Aku milik Yang Maha Esa
Tolong sadarkan si dia,
Aku masih milik keluarga
Tolong sadarkan si dia,
Tanggungjawabnya besar kepada keluarganya

Tolong sabarkan si dia,
usah ucap cinta di kala cita cita blm terlaksana
Tolong sabarkan si dia,
Andai diri ini enggan dirapati kerana menjaga batasan cinta
Tolong sabarkan si dia,
Bila jarak menjadi penyebab bertambah rindunya

Tolong pesan padanya,
Aku tidak mahu menjadi fitnah besar kepadanya
Tolong pesan padanya,
Aku tak mau menjadi puncak kegagalannya
Tolong pesan padanya,
Aku membiarkan Yang Esa menjaga dirinya

Tolong khabarkan pada si dia
Aku tak mau meletakkan dia serba salah dalam mencintai
Tolong khabarkan pada si dia,
Aku mau dia berjaya dalam impian dan cita-citanya
Tolong khabarkan pada si dia,
Jadilah penyokong dalam kejayaanku

Tolong sampaikan pada si dia,
Aku mendambakan cinta suci yang terjaga
Tolong sampaikan pada si dia,
Cinta karena ALLAH tidak ternilai harganya
Tolong sampaikan pada si dia,
Hubungan ini terjaga selagi dia menjaga hubungan dengan Yang Maha Kuasa.
Tolong sampaikan pada si dia, karena aku tidak mampu memberitahukannya sendiri
Hanya Engkau Ya ALLAH yang mengetahui siapa si dia..
Moga pesananku sampai padanya, walau aku sendiri tidak mengetahui siapa dan dimana si dia..
Moga dia seekor lebah yang senantiasa memuji keagungan Yang Maha Kuasa,
Memasuki taman larangan dengan sopan-santunnya dan bertemu mawar berduri yang terjaga oleh tuannya..

~ Simpanlah pesananku ini sehingga engkau bertemu diriku suatu hari nanti.~

CINTA BERBALUT KESABARAN

Perintah Hijrah dikumandangkan Rasulullah SAW. Bergeraklah ummat Islam menuju kota yang diisyaratkan Rasulullah, yaitu Yatsrib (Madinah). Ummu Salamah beserta suaminya tidak ketinggalan, menunaikan seruan suci Rasulullah SAW.. Sambil mengais anaknya, Ummu Salamah dan suaminya bergerak menuju Yatsrib.

Rupanya perjalanan jauh ke tanah Yatsrib bukanlah tanpa resiko. Di tengah jalan, sekelompok Bani Makhzum mencegat mereka. Dengan penuh kebencian Gerombolan Bani Makhzum itu merebut dan memisahkan Ummu Salamah dan anaknya dari suaminya. Ummu Salamah dan anaknya menjadi tawanan Bani Makhzum dan ditahan di Makkah, sementara suaminya (dengan penuh kesedihan), meneruskan perjalanan menuju Madinah.

Di Makkah, anaknya Ummu Salamah ditawan dan dipisahkan dari Ummu Salamah. Tinggalah Ummu Salamah seorang diri dengan penuh keperihan karena dipisahkan dengan paksa dari suami dan buah hatinya. Hari demi hari betul betul menusuk hati Ummu Salamah di bawah penjagaan ketat Bani Makhzum terhadapnya. Tiada kabar sedikitpun tentang keberadaan suami dan anaknya.

Ummu Salamah melalui hari hari dengan penuh kesabaran tanpa penyesalan dan umpatan sedikitpun, ia sadar ini adalah cobaan dari Sang Pencipta karena keteguhannya dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Gelora cinta kepada suami dan anaknya membara lebih panas daripada api yang menghanguskan hutan rimba. Tetapi sikap mental prima penuh kesabaran menempanya untuk tetap teguh. Do’a dan harapan menjadi hiasan setiap waktunya; “CINTA BERBALUT KESABARAN” subhanallah.

Do’a dan harapan Ummu Salamah naik meniti tangga amal shalehnya hingga arasy Allah.

rasa iba dari Bani Makhzum, setelah lama menawan Ummu Salamah dengan penderitaannya. Hingga suatu hari mereka mengijinkan Ummu Salamah untuk pergi dan melepas penahanannya. Bahkan anaknyapun dipertemukan dengan Ummu Salamah. Pergilah Ummu Salamah menyusul suaminya yang telah pergi ke Yatsrib.

Di Yatsrib air mata Ummu Salamah menetes penuh haru tatkala bertemu dengan suaminya. Haru dan rasa senang tiada tara tertumpah ruah. Hangatnya cinta Ummu Salamah terhadap keluarganya menampilkan drama indah penuh keharuan dalam salah satu episode hidupnya.

Abu Salamah (suami Ummu salamah), tentu lebih berbahagia lagi. Dia mendapat istri yang mendampinginya dengan penuh cinta dan kesabaran. Tetapi Cinta Abu Salamah terhadap istrinya tidak melebihi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya. Hingga ketika terompet perang Uhud di tiup, Abu Salamah tanpa ragu keluar rumah dan meninggalkan istrinya maju ke medan tempur.
_____
Abu Salamah pulang Dari medan tempur Uhud dengan luka luka parah, hingga membengkak. Disaat Ummu Salamah dengan telaten mengobati luka parahnya, Abu Salamah berkata: “Wahai Ummu Salamah! Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Apabila seseorang terkena musibah, hendaklah ia mengucapkan innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn.” Kemudian, Abu Salamah menambahkan: “Ya Allah, kukembalikan kepadamu seluruh musibah yang mengenaiku. Ya Allah, berikanlah kepada istriku yang lebih baik dari diriku.”

Angin dingin berhembus pelan mengiringi kematian suami tercinta. Tetapi Ummu Salamah berkata: “Tidak ada lelaki yang terebaik selain Abu Salamah, sehingga tidak aka yang sanggup menggantikan Abu Salamah yang telah tiada”.

Ummu Salamah juga mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda : "Seseorang yang tertimpa musibah lalu ia berkata : inna lillahi wa inna ilaihi raji’un dan berdoa : Allahuma jurnii fi musibatii wakhluf liya khairan minhaa (Ya Allah berilah aku pahala dalam musibah ini dan gantikanlah untukku dengan yang lebih baik daripadanya) . Niscaya Allah akan memberinya pahala karena musibah itu dan menggantikan untuknya dengan yang lebih baik." (HR. Muslim 3/37-38). Tatkala Abu Salamah (suaminya) meninggal, dia mengucapkan apa yang dikatakan Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam.

Setelah masa berkabung karena ditinggal suaminya, Ummu Salaamah didatangi Abu Bakar untuk dilamarnya, Ummu Salamah menolaknya. Begitupun ketika Umar Bin Khathab datang dengan maksud yang sama, sikap Ummu Salamah adalah sama yaitu menolak lamaran Umar.

Kemudian, giliran Rasulullah datang melamar Ummu Salamah dan ia pun menjawab: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai tiga sifat kekurangan. Pertama: aku seorang wanita pencemburu, oleh karena itulah aku takut engkau melihat kekurangan itu dariku sehingga membuatmu marah dan Allah akan mengazabku. Kedua: aku seorang wanita lanjut usia . Dan, ketiga: aku seorang janda yang sudah mempunyai anak.”

Mendengar alasan tersebut, Rasulullah bersabda: “Adapun yang engkau uraikan tentang kecemburuanmu, maka sesungguhnya aku berdoa kepada Allah agar dihilangkan- Nya sifat cemburumu itu. Adapun alasan karena engkau sudah lanjut usia, maka sesungguhnya aku sama sepertimu. Dan, adapun karena engkau seorang janda yang sudah mempunyai anak, maka sesungguhnya anakmu adalah anakku juga.”

Rasulullah pun menikah dengan Ummu Salamah. Dan, Allah telah mengabulkan doa Ummu Salamah serta mengganti untuknya dengan yang lebih baik, yaitu Rasulullah suri teladan umat manusia. “CINTA YANG BERBALUT KESABARAN” subhanallah. Allah ganti Abu salamah yang syahid dengan Muhammad SAW yang penghulu syuhada. Inilah buah dari kesabaran. Dengan sabar maka derita akan diganti dengan yang lebih baik.

Cinta Ummu salamah pun tertumpah ruah kepada suaminya yang baru yaitu kepada Muhammad SAW, dan ia tetap sabar membela dan mencintai suaminya. 

Jumat, 16 Maret 2012

Jika anda tidak ingin menderita...Ekspresikan perasaan anda


Emosi dan perasaan selalu tersebunyi, tertekan, dan berakhir menjadi  penyakit : lambung, luka dalam,sakit pinggang dan punggung. Suatu saat tekanan pada perasaan akan berubah menjadi penyakit seperti kanker. Sekarang marilah kita berusaha untuk saling mempercayai,berbagi tentang keakraban , “rahasiadan kesalahan kita ! Dialog, curhat, dan kata-kata, adalah obat yang ampuh dan therapi yang sangat mujarab

Kamis, 15 Maret 2012

OPTIMIS

"Dan, janganlah kamu merasa lemah dan jangan bersedih hati, karena kamulah orang-orang yang paling unggul, jika kamu beriman.” (QS Ali Imran [3]: 139).
Sahabat.. Optimisme adalah sebuah keyakinan yang akan membawa pada pencapaian hasil. Tidak ada yang bisa diperbuat tanpa harapan dan percaya diri. Salah satu sifat seorang mukmin adalah sikapnya yang optimistis, tidak ada rasa duka cita atau merasa cemas dalam memandang masa depan."